- Nomor Dokumen
- 30658
- Tanggal Publish
- 17 Januari 2023
- Penerbit
- PPID Utama
- Kategori
- Informasi Setiap Saat
- Jenis
- KONTEN
- Dilihat Sebanyak
- 1.282 kali
Ajukan Permohonan Informasi
Mampu Lewati Pandemi Covid 19, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor Melesat Tajam
Pandemi Covid-19 telah meluluhlantahkan seluruh sektor di seluruh dunia, termasuk Kabupaten Bogor. Namun geliat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor menunjukkan peningkatan yang signifikan pasca pandemi Covid-19 melanda.
Dilihat dari indikator makro pembangunan Kabupaten Bogor sejak pandemi Covid-19, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, mulai tahun 2021 kondisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor cukup mencengangkan dari -1,77% melesat naik jadi 3,55% dan bahkan semakin meningkat pesat pada tahun 2022 menjadi 5,20%.
Indikator lainnya seperti angka pengangguran juga meluncur turun sangat drastis, pada tahun 2020 sebesar 14,29% dan pada tahun 2021 turun menjadi 12,22 % sementara tahun 2022 turun lagi menjadi 10,64 %.
Dari sisi daya beli masyarakat Kabupaten Bogor pun terus mengalami peningkatan yang tadinya tahun 2020 hanya Rp.10.317.000 per tahun setiap orang. Pada 2021 meningkat jadi Rp.10.410.000 per tahun per orang, dan tahun 2022 menjadi Rp.10.860.000 per tahun per orang.
Sebagai akibat dari semakin baiknya indikator makro Kabupaten Bogor otomatis tingkat kemiskinannya juga turun sangat besar tercermin pada tahun 2020 angka kemiskinan berada di 7,69%, sempat naik karena pandemi Covid-19 di tahun 2020. Sejak tahun 2021 kemiskinan di Kabupaten Bogor terus menurun dari 8,13% pada tahun 2021, di tahun 2022 merosot jadi 7,73% berada dibawah Provinsi Jawa Barat.
Bahkan di tahun 2022 Kabupaten Bogor berada di urutan ke 11 dari 27 Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. Pada tahun 2021 angka kemiskinan Provinsi sebesar 8,40% sementara di Kabupaten Bogor sebesar 8,13%, sedangkan tahun 2022 angka kemiskinan Jabar sebesar 8,06% dan di Kabupaten Bogor berada di angka 7,73% (jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor berkurang sebanyak 16.500 jiwa).
Informasi selengkapnya website bogorkab.go.id.
Dilihat dari indikator makro pembangunan Kabupaten Bogor sejak pandemi Covid-19, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, mulai tahun 2021 kondisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor cukup mencengangkan dari -1,77% melesat naik jadi 3,55% dan bahkan semakin meningkat pesat pada tahun 2022 menjadi 5,20%.
Indikator lainnya seperti angka pengangguran juga meluncur turun sangat drastis, pada tahun 2020 sebesar 14,29% dan pada tahun 2021 turun menjadi 12,22 % sementara tahun 2022 turun lagi menjadi 10,64 %.
Dari sisi daya beli masyarakat Kabupaten Bogor pun terus mengalami peningkatan yang tadinya tahun 2020 hanya Rp.10.317.000 per tahun setiap orang. Pada 2021 meningkat jadi Rp.10.410.000 per tahun per orang, dan tahun 2022 menjadi Rp.10.860.000 per tahun per orang.
Sebagai akibat dari semakin baiknya indikator makro Kabupaten Bogor otomatis tingkat kemiskinannya juga turun sangat besar tercermin pada tahun 2020 angka kemiskinan berada di 7,69%, sempat naik karena pandemi Covid-19 di tahun 2020. Sejak tahun 2021 kemiskinan di Kabupaten Bogor terus menurun dari 8,13% pada tahun 2021, di tahun 2022 merosot jadi 7,73% berada dibawah Provinsi Jawa Barat.
Bahkan di tahun 2022 Kabupaten Bogor berada di urutan ke 11 dari 27 Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. Pada tahun 2021 angka kemiskinan Provinsi sebesar 8,40% sementara di Kabupaten Bogor sebesar 8,13%, sedangkan tahun 2022 angka kemiskinan Jabar sebesar 8,06% dan di Kabupaten Bogor berada di angka 7,73% (jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor berkurang sebanyak 16.500 jiwa).
Informasi selengkapnya website bogorkab.go.id.
Dokumen Tidak Tersedia.
Link Tidak Tersedia