- Nomor Dokumen
- 31697
- Tanggal Publish
- 10 Juli 2023
- Penerbit
- PPID Utama
- Kategori
- Informasi Serta Merta
- Jenis
- KONTEN
- Dilihat Sebanyak
- 554 kali
Ajukan Permohonan Informasi
Peristiwa ini bermula dari sapi yang mati disembelih dan dibagikan kepada warga untuk dikonsumsi. Hal ini menyebabkan kematian dan menjangkiti puluhan orang.
Bagaimana upaya pemerintah untuk mencegah penularan Antraks agar tidak semakin luas?
Upaya penanganan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat dengan memberikan pengobatan profilaksis kepada masyarakat terdampak
Total ada 125 orang yang diberikan pengobatan, 85 orang diantaranya seropositif berdasarkan hasil tes serologi yang dilakukan oleh @Kemenkes_ri
Penyakit Antraks terjadi pada hewan seperti sapi, kambing dan domba. Ditularkan dari hewan ke manusia melalui konsumsi daging yang terinfeksi Antraks maupun lewat luka yang terbuka.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama bila daerah tersebut pernah terjadi kasus Antraks. Pasalnya, spora Antraks mampu bertahan hingga puluhan tahun di tanah dan tidak bisa dimusnahkan
Penyakit ini hanya bisa dikendalikan melalui vaksinasi pada hewan ternak. Saat ini vaksinasi telah diberikan kepada daerah endemis Antraks
Hal lain yang perlu diupayakan untuk pencegaahan adalah pengetahuan terhadap kesehatan hewan ternak terutama jika menunjukkan gejala yang tidak biasa.
Bila #Healthies mengalami gejala-gejala yang mengarah pada Antraks ataupun pernah kontak langsung dengan ternak yang mendadak sakit dan mati, segera periksa ke fasyankes terdekat untuk penanganan lebih lanjut ya
Salam sehat!
Dokumen Tidak Tersedia.
Link Tidak Tersedia