- Nomor Dokumen
- 32889
- Tanggal Publish
- 19 Januari 2024
- Penerbit
- PPID Utama
- Kategori
- Informasi Serta Merta
- Jenis
- KONTEN
- Dilihat Sebanyak
- 330 kali
Ajukan Permohonan Informasi
Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu melakukan pengecekan langsung kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik personil, peralatan dan perlengkapan, untuk mengantisipasi bencana alam di wilayah Kabupaten Bogor. Pengecekan dilakukan usai dirinya memimpin apel pasukan di Halaman Kantor BPBD, Cibinong, Kamis (18/1).
Turut
mendampingi Pj. Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala
Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),
Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
(Diskominfo), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Kepala
Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).
Dalam
arahannya, Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan, wilayah
Kabupaten bogor secara geografis dan topografis cukup labil dan rawan
longsor, angin puting beliung, dan banjir. Perlu senantiasa menjaga
kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
“Dalam
rangka antisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Bogor, kita
senantiasa meningkatkan kemampuan para personel, memastikan kesiapan
perlengkapan serta sarana prasarana. Kemudian BPBD memastikan
kesiapsiagaan personal dengan piket tiga peleton, yang suatu saat bisa
digerakan,” kata Asmawa.
Asmawa
mengungkapkan, alhamdulillah tahun 2023-2024 ini terkait sarana
prasarana ada pembaharuan dan penambahan agar dapat memenuhi kebutuhan
penanggulangan bencana. Kemampuan dan keterampilan anggota terus
ditingkatkan agar siap secara pengetahuan, fisik, maupun mental sehingga
lebih cakap dalam bertugas dan kualitas pelayanan penanganan bencana
bagi masyarakat juga semakin meningkat.
“Namun
yang paling penting adalah bagaimana kita mengedukasi masyarakat tentang
tanggap bencana. Sosialisasi dan edukasi tentang edukasi tentang
tindakan preventif dan tanggap darurat kepada masyarakat harus terus
dilakukan. Galakkan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh
Bencana (Destana) yang sudah terbentuk,” ungkap Asmawa.
Asmawa
juga menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam pemantauan dan
sistem informasi bencana untuk meningkatkan ketangguhan dan efektivitas
penanggulangan bencana. Kemudian, kolaborasi dan sinergi adalah kunci.
Maka harus diperkuat sinergi kolaborasi dengan pihak terkait seperti
TNI, Polri, relawan, sektor swasta, dan pihak lainnya agar kita dapat
merespons bencana dengan lebih efektif.
Dokumen Tidak Tersedia.
Link Tidak Tersedia