- Nomor Dokumen
- 32346
- Tanggal Publish
- 27 September 2023
- Penerbit
- PPID Utama
- Kategori
- Informasi Serta Merta
- Jenis
- KONTEN
- Dilihat Sebanyak
- 732 kali
Ajukan Permohonan Informasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (Distanhorbun) melakukan langkah-langkah penanganan dampak kekeringan pada sektor pertanian. Salah satunya melalui jaminan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi para petani padi yang mengalami gagal tumbuh atau gagal panen akibat bencana kekeringan.
Hari
ini, Senin (25/9) Distanhorbun bersama PT Asuransi Jasa Indonesia
(Jasindo) melakukan survey lapangan area persawahan yang akan menerima
AUTP, salah satunya area sawah seluas 7,5 hektar yang dikelola Kelompok
Tani (Poktan) Subur Tani, di Kecamatan Sukamakmur mengalami gagal tumbuh
akibat kekeringan.
Hal ini dijelaskan Kepala
Bidang Perlindungan dan Pelayanan Usaha Distanhorbun Kabupaten Bogor,
Judi Rahmat kepada Tim Komunikasi Publik Diskominfo saat mengunjungi
lahan sawah yang terdampak kekeringan di Kecamatan Sukamakmur.
“Luas
area sawah Poktan Subur Tani sebesar 26,65 hektar, dan ada 7,5 hektar
yang terdampak kekeringan yang akan diberikan AUTP. Pemberian AUTP ini
adalah bukti bahwa Pemkab Bogor hadir di tengah-tengah kesulitan yang
dihadapi para petani. Pemberian asuransi ini hanya salah satu upaya yang
kami kerjakan,” jelas Judi.
Judi menuturkan,
dari awal Distanhorbun sudah memprediksi kejadian El Nino ini maka kita
sudah meningkatkan asuransinya, tahun 2023 kita naikkan 150% artinya 2,5
kali lebih besar dari tahun 2022. Tahun 2022 kita menargetkan hanya
10.000 hektar nah tahun ini karena tadi juga ada bagian dari antisipasi
kita naikkan jadi 25 ribu hektar.
“Sejak
pertama kali mendapatkan informasi dari BMKG bahwa tahun 2023 akan
terjadi El Nino, antisipasi sudah mulai gencar kita lakukan, seperti
memberikan sosialisasi kepada petani berkolaborasi dengan BMKG,” tutur
Judi.
Kemudian lanjut Judi, ada juga
rehabilitasi sarana dan prasarana seperti jaringan irigasi air tersier,
namun tentunya dengan jumlah kelompok tani yang banyak dan keterbatasan
anggaran kita memang belum bisa mengakomodir semua kepentingan.
“Upaya
lain yang kita kerjakan adalah pemberian AUTP, jika seandainya petani
mengalami kegagalan panen atau si padinya gagal tumbuh sehingga tidak
bisa menghasilkan produksi, mungkin ini salah satu solusi,” kata Judi.
Representative
Office Manager PT. Jasa Indonesia (Jasindo), Ibnu Patria As Sidik
mengungkapkan, AUTP adalah program dari pemerintah dimana petani diberi
bantuan berupa asuransi. Program ini khusus untuk petani yang mempunyai
lahan maksimal 2 hektar. Jadi kita bekerjasama dengan Distanhorbun
Kabupaten Bogor benar-benar membantu petani yang kecil.
“Program
ini cukup membantu para petani dimana nilai penggantian per satu
hektarnya senilai Rp.6 juta oleh PT. Jasa Indonesia,” ungkap Ibnu.
Ia
melanjutkan, persyaratannya mudah, petani hanya tinggal mendaftarkan
lahannya, dengan melampirkan KTP dan mengisi formulir. Biaya pendaftaran
asuransi tersebut senilai Rp 180 ribu per hektar ditanggung oleh
pemerintah alias gratis, dengan rincian 80 persen atau Rp144 ribu dari
Pemerintah Pusat, dan 20 persen atau Rp 36 ribu dari Pemerintah
Kabupaten Bogor.
“Hari ini kami melakukan
survey lapangan terhadap lahan yang akan dicairkan asuransinya. Setelah
itu tinggal pengisian dan pengumpulan data dari kelompok tani, kita
masukan ke dalam sistem untuk diproses lebih lanjut. Setelah data
tersebut dinyatakan lengkap, pencairan asuransi dipastikan tidak lebih
dari satu bulan,” ujar Ibnu.
Ketua Kelompok
Tani (Poktan) Subur Tani, Otoh Suhendar mengungkapkan, semenjak saya
bergabung dengan kelompok tani ini tahun 2016 sudah ada asuransi AUTP
dari pemerintah dan Jasindo. Syaratnya juga mudah, hanya mendaftarkan
lahan, menyertakan KTP, dan mengisi formulir.
“Alhamdulillah
adanya AUTP ini bisa membantu kami salah satunya ketika menghadapi
kekeringan seperti saat ini. Pencairan asuransi ini digunakan untuk
modal menggarap kembali sawah dari awal,” ungkap Otoh.
Dirinya
berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berupaya membantu dalam
menghadapi musibah kekeringan ini, utamanya untuk Pemerintah Kabupaten
Bogor yang selama ini mendampingi kami.
Dokumen Tidak Tersedia.
Link Tidak Tersedia