Nomor Dokumen
29869
Tanggal Publish
24 Oktober 2022
Penerbit
PPID Utama
Kategori
Informasi Serta Merta
Jenis
KONTEN
Dilihat Sebanyak
717 kali

Ajukan Permohonan Informasi

Sudah Diverifikasi


Ramainya informasi atau pemberitaan terkait adanya kandungan etilen glikol atau dietilen glikol merupakan senyawa pelarut organik dengan rasa manis yang kerap disalahgunakan untuk pelarut obat. Biasanya digunakan untuk mengganti propilen glikol atau polietilen glikol yang melebihi ambang batas dalam obat sirup anak yang diduga menjadi penyebab maraknya kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak Balita.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menghimbau masyarakat untuk senantiasa melakukan pertolongan pertama saat anak mengalami demam. Langkah pertama adalah melakukan kompres pada anak, memberikan banyak asupan air putih, memeriksa kondisi air seni, serta melakukan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS). Untuk langkah terakhir jika demam tidak kunjung turun dan terjadi Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), maka anak harus segera memberikan minum obat kunyah serta membawanya ke fasilitas kesehatan.

“Kalau mengalami demam dikompres dulu, banyak minum dan minum obat kunyah. Ketika mendadak melihat air seninya sedikit dan ada ISPA, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Gagal ginjal ini belum tentu juga penyebabnya dari sirup,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina.

Lanjut Mike Kaltarina menerangkan, pihaknya senantiasa melakukan pembinaan terhadap seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) baik rumah sakit, Puskemas dan klinik agar selalu mengedukasi masyarakat untuk selalu melakukan pertolongan pertama ketika menghadapi anak mengalami demam, karena untuk menurunkan demam tidak harus selalu dilakukan melalui pemberian obat sirup.

Meskipun di Kabupaten Bogor zero kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak Balita. Namun Pemerintah Kabupaten Bogor meminta agar masyarakat waspada walaupun masih dalam penelitian dari BPOM, IDAI, Kementerian Kesehatan, laboratorium dan lainnya.Untuk sementara ini masyarakat tidak dulu memberikan obat-obatan berupa sirup kepada anak-anak khususnya Balita.

Dokumen Tidak Tersedia.

Link Tidak Tersedia